Info Terkini

Wabup Dahlan Tampil Sebagai Narasumber di Forum INOVASI Nasional

Kiprah Kabupaten Bima dalam dalam menggagas literasi di tingkat kabupaten mendapatkan apresiasi di tingkat pusat.

            
Untuk mendapatkan gambaran ikhtiar yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Bima dalam merintis gerakan literasi di tingkat daerah, Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Noer  diundang sebagai salah seorang narasumber pada pertemuan bertajuk "Pemanfataan Bahasa Ibu: Solusi Lokal Peningkatan Literasi Kelas Awal’.  Rabu (20/3/2019) di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,  Jakarta. 
           
Dahlan dalam paparannya mengungkapkan, Kabupaten Bima adalah salah satu daerah di Nusantara yang penggunaan Bahasa Ibu masih sangat dominan, termasuk di kalangan anak-anak sekolah. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak tersebut dalam belajar di sekolah karena materi pembelajaran yang dilakukan dalam Bahasa Indonesia.  
                   
"Untuk itu, perlu ada pendekatan berbeda dan kreatif dari para guru di ruang-ruang kelas supaya anak-anak bisa terbantu”. Ujar Dahlan pada Forum yang digelar oleh program INOVASI bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan Nasional.  Urai Dahlan.
                 
Dihadapan para pejabat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, BAPPENAS,  mitra pembangunan, LSM dan praktisi pendidikan tersebut, Dahlan juga  memaparkan upaya pemerintah Kabupaten Bima dalam meningkatkan kualitas SDM melalui gerakan literasi 
            
Kelahiran Perbup Nomor 11 tahun 2019 tentang Gerakan Literasi di Kabupaten Bima yang baru saja disahkan, akan menggerakkan semua elemen di Kabupaten Bima untuk bersama-sama mendukung upaya peningkatan keterampilan literasi khususnya pada anak-anak. 
           
"Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mewujudkan ‘Kabupaten Bima sebagai kabupten Literasi’,” paparnya. 
            
Sebelumnya, Nurdiana, guru kelas 1 dari SDN Sari Kalampa Kabupaten Bima juga tampil berbagi pengalaman tentang model-model pembelajaran berbasis Bahasa ibu yang sudah diterapkannya di kelas.

(Program INOVASI, didukung oleh Tim Komunikasi Publik Diskominfostik Kabupaten Bima)

Wabup Buka Lokakarya Pembentukan UPT Disdukcapil

"Pemerintah daerah tengah berupaya meningkatkan inovasi  publik, dengan terus menggerakkan ASN dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah" 
                
Demikian ungkap Wakil Bupati Bima H. Dahlan M Noer Selasa (19/3) saat memberikan sambutan pada Lokakarya Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil  yang didukung oleh Progam Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) yang merupakan kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia di Aula Hotel Mutmainnah Kota Bima. 
          
Rencananya akan dibentuk 7 unit pelayanan mencakup kecamatan Sape, Wera, Langgudu, Ambalawi, Lambu, Wawo, Tambora. 
          
"Pelayanan terpadu merupakan jawaban atas keterbatasan kemampuan unit kerja agar pelayanan melalui UPT ini  dapat ditingkatkan. Ini penting agar pemerintah tidak tertinggal dalam aspek pelayanan publik yang berkualitas, tepat waktu dan terukur". Tandasnya. 
         
District Coordinator Program KOMPAK Bima  Asrullah mengatakan, "Lokakarya diikuti 40 peserta yang merupakan Kepala Perangkat Daerah terkait, Camat, Pejabat Eselon III dan eselon IV Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima berlangsung selama tiga hari dari tanggal 19 sampai dengan 21 Maret 2019. 
            
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Susana Dewi Rochimah, Frontline Service Coordinator KOMPAK NTB, Puji Wahyanti, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Cilacap Jawa Tengah dan Engkan Sugiri  Kepala UPTD Disdukcapil Majenang- Cilacap Jateng". Jelas Asrul. 

Progam Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) didukung oleh Tim Komunikasi Publik Diskominfostik Kabupaten Bima)

Wabup Bima Tinjau Warga Terkena Musibah Banjir

Pasca kejadian banjir yang menimpa warga masyarakat kecamatan Sanggar pada hari sabtu tanggal 16 Maret 2019 beberapa waktu yang lalu menimpa rumah warga, harta benda milik warga, tanaman milik  masyarakat, pada hari Senin (18/3) Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer bersama tim BPBD dan Tagana Dinas Sosial Kabupaten meninjau warga masyarakat yang terkena musibah banjir tersebut. Sebelumnya tim BPBD tersebut telah berada di lokasi kejadian pada hari Sabtu beberapa waktu yang lalu.

Setibanya di lokasi banjir di desa piong kecamatan Sanggar, Wakil Bupati Bima langsung meninjau lokasi terkena banji, dimana kedatangan wakil Bupati langsung disambut dengan isak tangis warga masyarakat yang terkena musibah banjir, sehingga di tempat lokasi banjir tersebut Wakil Bupati menaruh rasa keprihatinan akibat banjir ini.

Dijabarkan pula bahwasanya kejadian banjir ini hampir seluruh desa yang berada di kecamatan Sanggar seluruhnya mengalami terdampak banjir sehingga banyak kerugian yang dialami oleh warga masyarakat yang berada di desa kecamatan sanggar tersebut.

Dahlan M.Noer berharap dengan musibah banjir ini kepada seluruh warga masyarakat harus sabar menerima cobaan ini, karena banjir ini tidak kita inginkan bersama, oleh karena itu saya atas nama pemerintah daerah menyampaikan rasa keprihatinan yang paling mendalam sehingga dari musibah ini mari kita ambil hikmahnya.  

Sementara itu menurut Sekretaris BPBD Ir. Indra Nurjaya, memimpin Tim Tanggap bencana mengatakan, Senin sore, Wabup langsung bersama TRC BPBD dan Tagana bertolak ke lokasi terdampak bencana dengan membawa bantuan berupa 4 ton beras, 110 selimut, 40 tikar, 50 tarpal, 80 paket lauk pauk, 10 dus mie instan yang bersumber dari Dinas Ketahanan Pangan, BPBD dan Dinsos.

Indra menambahkan, untuk mempercepat penanganan pasca bencana, Pemkab Bima telah mengerahkan satu unit  escavator yang ke titik strategis terdampak banjir ". Jelasnya. 

Sebelumnya,     Minggu 17 Maret Plt Kalak BPBD Kab Bima Ir. H. Nudin dan Tim telah melakukan peninjauan lokasi bencana Minggu (17/3).

Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalop) Bencana BPBD Kabupaten Bima, berdasarkan tinjauan lapangan melaporkan, bencana banjir yang melanda Desa Boro telah menyebabkan akses jalan putus dan 2 unit jembatan putus total. 

Sementara di Desa Piong, banjir bandang telah menyebabkan 15 unit rumah rusak Berat, 25 unit rusak ringan. Disamping, 250 unit rumah penduduk di RT 4.5.6.7.8 dan 9 serta satu fasilitas umum bendungan rasa di Rt 3 rusak berat.

Pusdalop BPBD juga mencatat kerusakan di Desa Kore berupa fasilitas umum terpampar lumpur ada 6 unit, yaitu Polsek Sanggar, Koramil,  SDN 1 Kore, TK Pembina Kantor Camat dan Lapangan desa Kore.
                 
Demikian halnya di desa Oi Saro terdapat 2 unit fasilitas umum yang rusak Berat yaitu pagar SMPN 2 Sanggar jebol 30 meter dan 1 unit jembatan depan SMPN 2 Sanggar jebol sayap. 

Beberapa lahan pertanian gagal panen di seluruh desa yg terdampak bencana banjir tersebut masih dalam pendataan lahan pertanian tersebut.

Pada kunjungan kecamatan Sanggar tersebut Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer memberikan bantuan tanggap darurat berupa beras sebanyak 4 ton, tarpal 50 lembar, selimut 110 lembar, paket lauk pauk sebanyak 80 dos yang diperuntukan bagi warga masyarakat yang terkena musibah banjir. Bantuan tersebut langsung disimpan di desa piong kecamatan Sanggar dan selanjutnya dibagikan ke warga masyarakat yang terkena musibah banjir tersebut.

Wakil Bupati Bima pada kesempatan tersebut menyerahkan bantuan tanggap darurat yang diterima secara simbolis oleh 3 (tiga) orang warga masyarakat. [Humaspro]

Tim Ekpedisi Laskar Nusa 2019 Lakukan Sosialisasi Dan Kas Keliling Di Kepulauan Terdepan, Terpencil dan Tertinggal

Tim eksebisi Laskar Nusa 2019 yang terdiri dari pihak Jajaran bank  Indonesia bersama TNI Angkatan Laut dengan menggunakan KRI Karang Pilang 981 yang membawa tim tersebut melakukan sosialisasi dan kas keliling di kepulauan terdepan, terpencil dan tertinggal di desa Bajo Pulau Kecamatan Sape pada hari Rabu (13/3). Tim tersebut dipimpin langsung oleh Komandan KRI Karang Pilang 981,Mayor Laut ( P) Farid Ardiansyah bersama seluruh Crue Kapal Karang Pilang 981, unsure Jajaran Bank Sentral Indonesia, Anggota Pramuka dibawah naungan Lanal Mataram, para Dokter dan tenaga pengajar dari unsur TNI Angkatan Laut Lanal Mataram.

Pada saat kedatangan tim yang tergabung dalam Ekspedisi Laskar Nusa 2019 di desa Bajo Pulau tepatnya di SMPN 8 Satap Sape tersebut langsung diterima oleh Bupati Bima yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bima, Camat Sape, Kepala Desa Bajo Pulau, para guru, Kepala Sekolah, Siswa / siswi serta  warga masyarakat desa Bajo Pulau Kecamatan Sape.

Kapten Laut Musliman, SH selaku Komandan Lanal Mataram menyampaikan bahwa merupakan kebanggaan bagi kami selaku TNI Angkatan Laut dalam rangka mendukung Bank Indonesia NTB untuk mendistribusikan uang rupiah ke pulau – pulau terdepan, terpencil dan tertinggal yang salah satunya di desa Bajo Pulau Kecamatan Sape ini. Apalagi dalam kegiatan ini sekaligus kegiatan edukasi bagi masyarakat dan pelajar serta memberikan bantuan sosial pendidikan dan kesehatan seperti yang kita laksanakan ini.

Dijabarkan pula bahwa, kami yang tergabung dalam  Tim eksebisi Laskar Nusa 2019, usai melakukan kunjungan di pulau Bajo Pulau Kecamatan Sape Kabupaten Bima akan melanjutkan perjalanan kami ke Pulau Moyo dan Pulau Bungin Kabupaten Sumbawa dan Pulau Maringkik Kabupaten Lombok Timur dalam rangka kegiatan yang sama sehingga dari kegiatan ini masyarakat bisa menukarkan uang yang lusuh menjadi uang yang layak edar dan selanjutnya menuju armada Laut yang berada di Provinsi NTB sebagai akhir dari perjalanan kami. 

Sementara itu menurut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB UKI Ganesia mengatakan bahwa kegiatan layanan kas keliling ini merupakan salah satu tugas utama Bank Indonesia untuk senantiasa memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang. Dalam rangka melaksanakan tugas pokok tersebut, Bank Indonesia selalu berusaha semaksimal mungkin untuk mengedarkan uang rupiah secara merata keseluruh wilayah NKRI termasuk kegiatan yang kita laksanakan pada hari ini. 

Mengingat begitu pentingnya kebutuhan masyarakat akan uang Layak Edar di kepulauan terpencil, terdepan dan terluar tersebut, maka KPW Bank Indonesia Provinsi NTB melakukan kegiatan penukaran uang yang layak edar di tengah – tengah masyarakat sebagai symbol Negara. Penukaran uang yang layak edar ini sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga masyarakat dapat menggunakan uang tersebut dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup. Ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Bank Indonesia NTB berkomitmen melayani masyarakat di pulau – pulau terpencil agar mendapatkan kesempatan yang sama dengan masyarakat di perkotaan dalam hal penukaran terhadap uang rupiah. 

Menurut Bupati Bima yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bima Putarman, SE menyampaikan bahwa dengan adanya program pelayanan kas keliling yang dilakukan oleh jajaran Bank Indonesia NTB dan jajaran TNI Angkatan Laut bagi warga masyarakat kepulauan teluar, terdepan dan terpencil ini memiliki makna yang penting bagi kepentingan nasional sekaligus berkontribusi menjaga kedaulatan Indonesia melalui penggunaan rupiah di pulau terluar dan terpecil sehingga dengan adanya pelayanan ini, kedepannya digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.

Dalam perspektif ekonomi, uang memainkan peranan penting,hal ini dikarnakan fungsinya sebagai alat penukar atau alat pembayar dan pengukur harga sehingga dapat dikatakan bahwa uang merupakan salah satu alat utama perekonomian. Dengan uang, perekonomian suatu Negara akan berjalan dengan baik sehingga mendukung tercapainnya tujuan bernegara yaitu mencapai masyarakat adil dan makmur. Selain itu jika dilihat secara khusus di bidang moneter, jumlah uang yang beredar dalam suatu Negara harus dikelola dengan baik sesuai dengan kebutuhan perekonomian.

Dengan demikian, keberadaan uang tersebut harus dibuat dengan sedemikian rupa agar sulit untuk dipalsukan, karena itu Negara wajib mengatur tentang cirri, desain, bahan baku serta memastikan bahwa mata uang ruiah dapat dijadikan sebagai alat pembayaran yang resmi disetiap kegiatan masyarakat Indonesia terutama warga masyarakat yang berada di kepulauan teluar, terdepan dan terpencil yang berada di wilayah Provinsi NTB.

Keberadaan kas keliling kepulauan terluar, terdepan dan terpencil ini sebagai upaya langkah nyata pihak Bank Indonesia NTB dan Jajaran TNI Angkatan Laut dalam rangka memberikan pemahaman dan pelayanan kepada masyarakat terluar, terdepan dan terpencil akan penggunaan mata uang rupiah sebagai alat penukaran untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari – hari dalam rangka pemenuhan kebuhan hidupnya. Sekaligus ini merupkan salah satu cara pihak Bank Indonesia NTB  dan jajaran TNI angkatan Laut dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Putarman, SE berharap, Semoga kerja sama antara Bank Indonesia NTB dan jajaran TNI Angkatan Laut dapat memberikan banyak manfaat khususnya untuk memelihara keutuhan dan kedaulatan NKRI dari sisi pertahanan dan militer, dan Bank Indonesia NTB menjaga kedaulatan ekonomi dan kedaulatan rupiah sebagai salah satu simbol negara serta mendorong perekonomian di wilayah kepulauan terpencil dan perbatasan Republik Indonesia.

Menurut Kepala Desa Bajo Pulau Bambang H. Ahmad Dalam Pengantar, dengan adanya kegiatan ini kami selaku kepala desa menyampaikan apresiasi terahdap jajaran Bank Indonesia Provinsi NTB bersama Jajaran TNI Angkatan Laut yang telah datang untuk memberikan pelayanan kas keliling ini sehingga masyarakat dapat menggantikan uang yang lusuh ke uang yang layak dipakai.

Mudah – mudahan kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan sehingga masyarakat dapat mengantikan uang yang lusuh kedalam uang yang layak pakai dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya.  

Momentum ini ditandai dengan penyerahan bantuan berupa bantuan pendidikan, bantuan peralatan olahraga serta bantuan untuk pengobatan gratis melalui program sosial bank Indonesia. Bantan tersebut diserahkan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB UKI Ganesia serta diterima oleh Kepala SDN Bajo Pulau Ismail, S.Pd, Kepala SMPN 8 Satap Sape Samsuddin, S.Pd, M.Pd serta Kepala Puskesmas Pembantu Bajo Pulau Burhanddin, SKM. [Humaspro]

Bupati Kembali Lantik Pejabat Stuktural dan Fungsional Lingkup Pemkab Bima

Dalam rangka pengoptimalan kinerja pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima  pada hari Selasa  tanggal   12 Maret 2019 yang bertempat di halaman  Kantor Bupati Bima,  Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE melantik pejabat struktural lingkup pemerintah Kabupaten Bima sebanyak 45 orang pejabat struktural dengan Keputusan Bupati Bima nomor: 821.2 / 558 / 07.2 / 2019 tanggal 12 Maret 2019 tentang pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural lingkup pemerintah Kabupaten Bima serta pelantikan pejabat fungsional Kepala Sekolah dilingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 59 orang kepala sekolah dengan Keputusan Bupati Bima Nomor: 821.2 / 559 / 07.2 / 2019 tanggal 12 Maret 2019 tentang pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan Fungsional  lingkup pemerintah Kabupaten Bima. Pelantikan tersebut dimaksudkan selain penyegaran bagi para pejabat juga untuk mengoptimalisasikan kinerja dalam memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik lagi.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Bima, Sekretaris Daerah Kabupaten Bima, Para Assisten, Staf Ahli, Kabag Lingkup Setda Bima, Kepala OPD,  Kepala Badan Kepegawaian Pendidkan dan Pelatihan Daerah (BKPPD),camat, serta para pejabat yang dilantik.

Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri, SE  dalam sambutannya mengatakan kegiatan mutasi dan rotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima  merupakan hal yang biasa dan lumrah terjadi, bukan merupakan suatu masalah namun ini merupakan inovasi bagi para pejabat sehingga pejabat tersebut dapat meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas. Selain itu tujuan utama dari mutasi dan rotasi ini adalah dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan pendidkan sehingga Insya Allah pendidikan di Kabupaten Bima  akan lebih baik lagi.

Selain itu, momentum pelantikan hari ini menjadi bagian dari upaya penyegaran melalui promosi jabatan, dalam rangka penataan dan pemenuhan formasi jabatan sesuai tuntutan peraturan pemerintah nomor 18 tahun 2016 tentang organisasi perangkat daerah, yang pada gilirannya diharapkan dapat mewujudkan optimalnya kinerja pemerintahan daerah dalam memenuhi harapan masyarakat yang terus berkembang saat ini. 

Berkenaan dengan hal itu, maka makna pelantikan bukan hanya berarti sebagai formalitas pendistribusian jabatan, melainkan sebagai sarana penguatan, pengembangan dan pemberdayaan potensi diri, dalam upaya peningkatan kompetensi aparatur kearah tercapainya sumber daya yang handal dan profesionalisme, dalam menjalankan tugas pemerintahan dan aktivitas pembangunan, serta pembinaan kemasyarakatan menuju pencapaian masyarakat yang aman, damai, adil dan sejahtera saat ini dan masa mendatang. 

Berdasarkan tuntutan kebutuhan pembangunan masyarakat yang demikian itu, maka penunjukkan saudara-saudara dalam menduduki jabatan ini, benar-benar ditentukan berdasarkan kemampuan dan prestasi yang dicapai, untuk itu, tanggung jawab yang diberikan ini, jangan sampai di sia-siakan dan disalah gunakan, apalagi sampai mengecewakan pemerintah dan masyarakat. 

Pelantikan ini bukan dikarenakan oleh faktor politik, akan tetapi ini murni kebutuhan organisasi maupun sekolah sehingga saya selaku kepala daerah mengharapkan agar kepada pejabat yang dilantik ini dapat menjalankan amanah yang diberikan sesuai, karena dengan amahan tersebut kedepannya para ASN yang dilantik dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik – baiknya.

Begitu pula terkait dengan penggunaan Media Sosial, dimana keberadaan medsos ini memiliki peran yang sangat besar dalam membangun suatu daerah, asal postingan ke media sosial itu bisa menularkan inspirasi positif. Peran besar media terletak pada kemampuannya membentuk opini publik. Konsep media bahkan telah bergeser. Opini tidak hanya dibentuk dari pemberitaan media mainstream, namun kini setiap orang memiliki potensi mempengaruhi pikiran orang lain lewat postingannya. 

Belajar dari teori ini, kata Dinda, pihaknya meminta ASN untuk belajar memanfaatkan media untuk mempengaruhi orang dengan hal-hal yang positif. Dalam memanfaatkan media ini, akan kita akan mulai dari lingkup terkecil, maka dari itu kepada ASN agar bisa mengambil peran dengan menggunakan media sosial untuk menyebarkan energi-energi positif. Kita akan mulai dari setiap orang yang memiliki akun IG (Instagram), bisa membuat ide kreatif yang positif untuk mempengaruhi orang lain. Begitu juga dengan pemimpin memulai menularkan idenya kepada lingkungannya," dan jangan menggunakan Media sosial dengan hal – hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. ujarnya. 

Bupati Bima berharap kepada seluruh pejabat yang dilantik selain melaksanakan  amanah yang diberikan ini, sebagai pejabat kita terus bersikap dan bertindak sebagai panutan, sebagai motivator dan sebagai rekan kerja yang baik bagi bawahan, juga harus mampu menempatkan diri dalam interaksi sosial kemasyarakatan sesuai keberadaan kita masing-masing, sehingga kita tampil menjadi teladan, baik ditempat kerja maupun ditengah masyarakat.

Hal yang sama disampaikan oleh Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer, beliau mengatakan bahwa dengan amanat yang diemban ini saudara betul – betul melaksanakannya, karena saudara merupakan orang pilihan yang dapat mengemban amanah ini, maka dari itu laksanakan tugas yang diberikan ini dengan sebaik – baiknya, dan jangan mencederai amanah yang diberikan ini. Ungkapnya.

Momentum tersebut ditandai dengan penandantanganan berita acara sumpah yang secara simbolis dilakukan oleh  Dewi Yulianti, S.STP jabatan lama Kasi Pemerintahan Pada Kantor Camat Madapangga, Jabatan baru Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan pada Disnakertrans Kabupaten Bima, Efa Rahmat, S.Sos jabatan lama Pelaksana Pada BPPKAD Kabupaten Bima Jabatan Baru Kepala Sub Bidang Pengendalian pada BPPKAD Setda Bima, A. Rajak, S.Pd jabatan lama Guru SDN Mpuri Kecamatan Madapangga Jabatan Baru Kepala SDN Campa 1 Kecamatan Madapangga. [Humaspro]

Bupati Bima Dikukuhkan Sebagai Ketua Mabicap Masa Bhakti 2018 – 2023

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE terpilih dan dikukuhkan sebagai ketua Majelis Pembimbing Cabang I Mabicab) Pramuka periode 2018 – 2023, dengan Lampiran SK. Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTB nomor: 005 tahun 2018 tentang Pengurus Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka masa bhakti 2018 – 2023 yang ditetapkan di Mataram pada tanggal 2 November 2018 serta Pelantikan Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka masa bhakti 2018 – 2023 atas nama ketua Drs. A. Zubair HAR. M.Si dengan lampiran SK.  Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTB nomor: 006 tahun 2018 tentang Pengurus kwartir cabang gerakan pramuka dengan masa bhakti 2018 – 2023 yang ditetapkan di Mataram pada tanggal               2 November 2018.

Pelantikan dan pengukuhan Ketua Mabicab ini dilakukan oleh Ketua  Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTB bapak Ir. H. Rosiady Husaenie Sayuti, M.Sc, P.hD yang juga sebagai Sekda Provinsi NTB. Sementara itu untuk   Pelantikan Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka masa bhakti 2018 – 2023 atas nama ketua  Drs. A. Zubair HAR. M.Si beserta seluruh anggota Pramuka dilakukan oleh Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE. kegiatan pelantikan ketua Mabicab dan pengurus Kwartir Gerakan Pramuka ini dilangsungkan di aula hotel Parewa Kota Bima pada hari Jum’at sore (8/3). Pada momentum tersebut juga dilakukan penandantanganan berita acara pelantikan .

Ketua Mabicap Gerakan Pramuka Kabupaten Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE mengatakan bahwa melalui gerakan pramuka akan tumbuh generasi yang tangguh, dimana Pemuda merupakan pemegang estafet pembangunan yang mesti unggul disemua aspek kehidupan dan pembangunan.

Dengan tumbuhnya generasi muda yang tangguh, maka bangsa Indonesia akan benar-benar menjadi negara yang kuat dan maju,"

"Bila generasi muda kita memiliki karakter, berpengetahuan dan berketerampilan sebagaimana tertuang dalam esensi Dasa Dharma Pramuka, maka generasi muda akan unggul dan memiliki daya saing yang tinggi," kata Bupati.

Begitu juga terkait dengan bahayanya narkoba, narkoba ini merupakan salah satu zat yang membahayakan bagi generasi muda kita, Oleh karena itu dengan dampak yang ditimbulkan maka saya selaku Mabicab beserta seluruh jajaran Organiasi Pramuka agar bersama – sama untuk memberantas bahaya narkoba tersebut dengan memberikan pencerahan terhadap generasi muda kita maupun warga masyarakat, sehingga dari penerahan tersebut maka generasi muda kita maupun warga masyarakat dapat menghindari dari zat haram yang dapat merusak kesehatan bagi para penggunanya.

Begitupun atas kepercayaan yang diberikan kepada saaya selaku ketua Mabicab, dimana amanat ini akan saya jalankan dengan sungguh – sungguh sehingga keberadaan gerakan pramuka akan lebih maju. ujarnya

Hal yang sama disampaikan oleh ketua kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTB Sekda Provinsi NTB Ir. H. Rosiady Husaenie Sayuti, M.Sc, P.hD bahwasanya dengan terpilihnya ketua Mabicab yang baru ini  tantangan gerakan pramuka cukup berat dan beragam , dikaitkan dengan globalisasi dan pergeseran dimana generasi muda lebih tertarik terhadap kegiatan lain, bahkan tak jarang melakukan hal yang kurang bermanfaat.

Mengembalikan kejayaan gerakan pramuka bukan pekerjaan ringan, namun tantangan tersebut justru memacu dan menumbuhkan semangat untuk berupaya semaksimal mungkin guna memajukan gerakan pramuka di Dikabupaten Bima” ujarnya.

Saya berharap kepengurusan yang baru dilantik mempunyai kepedulian dan tanggung jawab yang tinggi, serta diiringi kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas dan ikhlas agar kedepannya gerakan pramuka di Kabupaten Bima  akan lebih maju dan berkembang lebih baik lagi. [Humaspro]

23 Santriwan Dan Santriwati Ikuti Khataman Massal Al – Qur’an

Sebanyak 23 orang santriwan dan santriwati bertempat di aula SMPN 5 Langgudu melakukan kegiatan khataman massal Al – Qur’an. kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari selasa (5/3) dan turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bima, unsure Dikbudpora, para Guru dan Kepala Sekolah SMPN 5 Langgudu, Kapolsek Langudu serta para orang tua santriwan dan santriwati.

Menurut Kepala Sekolah SMPN 5 Langgudu Muhammad Rum, S.Pd dalam pengantar mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan satu bentuk dukungan dari program pemerintah daerah yaitu  membumikan Al – Qur’an sehingga dari kegiatan ini kedepanya para santriwan dan santriwati akan dapat mengenal dan mengamalkan isi kandungan Al – Qur’an dalam kehidupan sehari – hari.

Oleh karena itu, dalam rangka mendukung program pemerintah tersebut, maka setiap hari jum’at kami tetap melaksanakan rutinitas membacakan Kitab Suci Al – Qur’an bersama seluruh anak – anak ini, dikarenakan dengan membaca, mengamalkan isi kandungan Al – Qur’an merupakan salah satu anjuran yang ada dalam ajaran agama kita, dimana setiap umat islam diwajibkan untuk membaca, menghafal kita suci Al – Qur’an.

Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini kedepannya para santriwan dan santriwati yang dikhatam ini akan mendalami kitab suci Al – Qur’an dalam hidup dan kehidupan mereka kelak.

Menurut Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer mengatakan bahwa melalui kegiatan ini akan muncul Ahli Qur’ani dan penghafal Al – Qur’an yang akan memakmurkan agama di wilayah Kabupaten Bima khususnya di Kecamatan Langgudu.

Kita patut memberikan apresiasi kepada para guru, Ustad, Ustdzah dan Pimpinan TPA / TPQ yang secara serius dan konsisten dalam membina para santriwan  dan santiwati penghafal Al – Qur’an yang secara ikhlas dan istiqomah membimbing para calon generasi qur’ani tanpa kenal lelah rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran berkat ketulusan mereka, Alhamdulilah kita memiliki calon generasi Qur’ani yang mampu menjaga dan memelihara kemurnian                       Al – Qur’an. Insya Allah, kedepan dengan kegiatan khataman massal Al – Qur’an ini kita akan memiliki  para penghafal Al – Qur’an yang bisa menyejukan dan membawa keberkahan bagi daerah ini. 

Kami selaku kepala daerah menilai, keberadaan TPA / TPQ ini merupakan bentuk pendidikan nilai – nilai Al – Qur’an dalam membina kepribadian seseorang muslim sejak usia dini. Seorang muslim akan dapat mengamalkan mengamalkan nilai – nilai islam dengan baik jika ia sudah bisa menghafal                 Al – Qur’an. Hal ini dikarenakan salah satu kewajiban umat islam terhadap              Al – Qur’an selain membaca juga dapat  mengamalkan isi kandungan Al – Qur’an.  

Pada Kesempatan ini kami juga tak lupa mengucapkan selamat kepada para orang tua yang putra-putrinya hari ini di khatam. Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini kepada generasi muda dapat terus meningkatkan membaca dan mengamalkan isi kandungan Al – Qur’an. semoga Allah SWT., senantiasa memberkahi segala usaha kita untuk memajukan dan meningkatan kualitas sumber daya manusia, di Kabupaten Bima, khususnya generasi qur’ani yang berada di wilayah Kecamatan Langgudu.

Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer berharap  kepada para santriwan  dan santriwati yang telah di khatam, supaya dapat menjaga dan meningkatkan lagi membaca kitab suci Al – Qur’an, karena menjaga hafalan Al – Qur’an itu lebih sulit ketimbang menghafalnya. Menghafal Al - qur’an itu mudah bagi yang mau menghafalnya, namun yang berat adalah memelihara hafalannya. 

Pada kegiatan khataman massal Al – Qur’an ini para santriwan dan santriwati yang dikhatam langsung dipimpin dan dkhatamkan oleh Bapak Adnan A. Rauf sebagai cepe lebe Desa Waworada kecamatan Langgudu.

Pada kesempatan ini juga para santriwan dan santriwati mendapatkan sertivikat khataman massal yang diseahkan oleh Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer kepada para peserta khataman massal. [Humaspro]

Bupati: Jadikan MTQ Sebagai Instrumen Penting Syiar Islam

Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)  merupakan instrumen penting untuk mendorong umat Islam dalam mempelajari Al - Quran, termasuk untuk memahami dan melaksanakan nilai-nilai keutamaan yang dikandungnya dalam wahyu yang diturunkan Allah.
Penyelenggaraan MTQ ini memberikan manfaat besar bagi umat Islam guna mendorong untuk mempelajari Al Quran, mulai dari membaca, menulis, menghafal dan memahami kandungannya, kata Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE pada saat membuka secara resmi kegiatan MTQ Ke – 30 tingkat Kecamatan Bolo pada hari senin (4/3) di paruga NaE Kecamatan Bolo. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil – 2, para Staf Ahli Bupati Bima, Kabag lingkup setda Bima, Camat dan Muspika Kecamatan Bolo Beserta jajaran;Ketua LPTQ, MUI dan BAZ Kecamatan Bolo ;Kepala Desa, Ketua BPD, LPMD Se-Kecamatan Bolo;Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, Para Kafilah dari Seluruh Desa,  Panitia Pelaksana serta warga masyarakat kecamatan Bolo.

Dikatakan pula bahwa Kegiatan MTQ yang kita selenggarakan pada malam hari ini telah mentradisi dan melekat dalam kultur dan masyarakat daerah kita ini.  Kehadiran MTQ ini memiliki daya tarik dan ruang tersendiri dalam kehidupan masyarakat, mengingat kegiatan keagamaan ini selain menjadi media dakwah dan syiar keagamaan yang efektif, juga secara nyata telah terbukti mampu menjadi daya dorong yang kuat dalam memacu percepatan pembangunan daerah.

Lantunan Kalam Ilahi yang menggema selama pelaksanaan MTQ nantinya diyakini mampu menciptakan nuansa religius dan menghadirkan suasana yang memberi kesejukan batin bagi masyarakat. Disamping itu kegiatan MTQ dapat menjadi forum silaturahmi yang mengandung nilai positif dalam memperkuat rasa persaudaraan dan ikatan kebersamaan lintas etnis dan agama sebagai sesama warga masyarakat.

Disadari bahwa penyelenggaraan MTQ senantiasa diarahkan pada upaya menumbuhkan kecintaan dan mengairahkan masyarakat untuk senantiasa mempelajari dan memahami Al – Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup umat manusia.

Al – Qur’an sebagai sumber inspirasi dan Ilmu Pengetahuan tidak akan pernah habis untuk digali dan dikaji. Keluhuran nilai ajaran Al – Qur’an sebagai pedoman dan pandangan hidup masyarakat perlu ditumbuhkembangkan melalui proses pendidikan yang baik, diantaranya melalui momentum MTQ yang kita selenggarakan pada malam hari ini, Sehingga melalui MTQ ini tidak hanya disikapi sebagai kegiatan seremonial belaka akan tetapi mampu menjadikan strategis mewarnai pelaksanaan pembangunan dan prilaku kehidupan masyarakat dalam kehidupan sehari – hari dengan nilai – nilai Qurani.

Begitupula terkait dengan rasa keamanan wilayah, dimana menurut saya selaku kepala daerah, bahwasanya wilayah Kecamatan Bolo merupakan daerah teraman, maka dari itu keamanan wilayah terus agar dapat ditingkatkan sehingga dengan adanya rasa aman wilayah tersebut selain untuk warga masyarakat maka pembangunan yang akan dilaksanakan di kecamatan tersebut dapat wujudkan, hal ini dikarenakan berkat adanya saling koordinasi antara warga masyarakat, unsure camat, toga, toma, tokokh pemuda serta aparat keamanan, OLeh karena itu dengan adanya saling koordinasi dihimbau kedepannya rasa keamanan wilayah tersebut dapat ditingkatkan dan dipertahankan.

Dijabarkan pula bahwa tahun 2019 ini merupakan tahun politik, oleh karena itu pada kesempatan ini saya selaku kepala daerah    mengajak seluruh elemen masyarakat agar tetap harmonis. Pasalnya, tak bisa dipungkiri di tahun-tahun seperti ini terkadang banyak terjadi potensi perpecahan. Hal itu dikarenakan adanya suatu perbedaan pendapat ataupun pilihan dari masyarakat terhadap para calon peserta pemilu sendiri. Baik itu peserta pemilu calon legislatif ataupun presiden/wakil presiden. “Mari kita lebih bersatu dalam perdamaian.

Lanjutnya, dengan adanya pesta demokrasi ini harapannya dapat berjalan baik. Masyarakat di Kabupaten Bima juga sekiranya dapat menggunakan hak pilihnya secara bijak.

Jika dalam prosesnya nanti pilihan masyarakat dari calon peserta pemilu belum mendapatkan hasil yang maksimal, diharapakan tidak membuat masyarakat sampai terpecah belah. Yang mana, masyarakat harus tetap bersatu dan dapat menerima dengan lapang dada atas hasil yang ada. “Begitu juga untuk masyarakat yang calon yang dipilihnya menang. Diharapkan tidak terlalu menunjukkan rasa kebanggaan yang berlebihan,” pintanya.

Melalui pesta demokrasi nantinya, Bupati berharap akan lahir para calon-calon pemimpin yang baik tentu akan berdampak terhadap kemajuan negara dan daerah ini sendiri.

Untuk itulah, pihaknya tak bosan-bosannya mengimbau masyarakat agar dapat menggunakan hati nuraninya dalam memilih para calon pemimpin. Tidak terkecoh dengan adanya godaan-godaan hingga membuatnya memilih karena sesuatu hal.  “Pemilih yang baik akan melahirkan pemimpin yang baik. Dan harapannya,Pada pesta demokrasi nantinya semua pemimpin yang terpilih merupakan orang-orang yang baik,” harapnya.

Di sisi lain, Bupati mengatakan bahwa selama berlangsungnya pesta demokrasi nantinya daerah ini diharapkan tetap dalam situasi kondusif. Sehingga roda pemerintahan yang selama ini dipimpinnya pun dapat berjalan sebagaimana mestinya. Sekalipun, pelaksanaan pesta demokrasi itu tengah berlangsung. “Tapi, tetap kami dari pemerintah daerah juga mendukung sepenuhnya dalam mewujudkan kesukseskan pemilu serentak nantinya,” tukasnya. 

Kepada dewan hankam agar dapat memberikan penilaian yang obyektif kepada sluruh peserta sehingga dari peniaian ini nantinya akan melahirkan para qoridan qoriah yang handal.

 Saya berharap melalui momentum MTQ ini dapat dijadikan sebagai salah satu ajang prestasi bagi para kafilah  yang ada di wilayah tersebut dengan tampil maksimal, ajang ini bukan untuk mencari nama, namun sebagai kesempatan dalam mengasah kemampuan sekaligus motivasi para peserta untuk terus melakukan peningkatan kuaitas lebih baik lagi.

 Menurut Camat Bolo Mardiana,SH dalam penyampaian pidatonya menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini sebagai Syiar dan dakwah tentang membumikan Al qur’an sehingga menjadi nafas serta sebagai pegangan hidup yang hakiki dan menjadi kepribadian masyarakat. Karenanya, hakekat, makna, dan tujuan MTQ dipegang teguh, sehingga Al qur’an diresapi, dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

 Untuk itu saya mengajak kepada seluruh warga masyarakat agar dapat menghadiri kegiatan ini guna mendengarkan suara – suara merdu yang dibawakan oleh para santri dan santriwati dalam mengumandangkan asma Allah. 

 Ketua panitia pelaksana H, Akhmad, SH, M.Si dalam pengantar bahwa maksud dan tujuan dari kegiatan ini, untuk mendekatkan jiwa umat Islam kepada kitab suci dan meningkatkan semangat membaca, mempelajari, serta mengamalkan al-Qur’an. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa MTQ merupakan perlombaan yang memadukan antara suara merdu, keharmonisan lagu/irama tanpa melanggar kaidah tajwid dan diiringi dengan adab membaca al-Qur’an. sehingga Al-Qur’an memiliki keistimewaan dari deskripsi penyusunan yang menakjubkan, penggunaan kalimat yang unik yang tidak ditemui baik sebelum dan sesudah turunnya al-Qur’an.”

 Pelaksanaanya dimulai tanggal 4 s/d 11 maret 2019 diparuga Nae KEcamatanBolo dengan jumlah peserta 230 orang dengan memperlombakan sebanyak 17 mata lomba.

Sebagai bentuk dari dukungan pelaksanaan MTQ ini secara pribadi Bupati Bima              Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp. 5 Juta dalam rangka mendukung pelaksanaan MTQ tersebut dan diterima oleh camat Bolo Mardiana, SH. [Humaspro]